2 0 1 5 :  Hope in Christ, Work Out Your Salvation  (Philippians 2:12)

Selasa, 26 Mei 2015

Seandainya Seperti Itu

Link: Ulangan 23:1-8



"Pak, tolong kerjakan ini ya, setelah itu bereskan yang ini, lalu yang ini juga harus diselesaikan secepatnya, jangan lupa bahan untuk ke client nanti siang jangan sampai salah, ingat, jika sampai ada yang tidak beres, bonus bapak hilang."

Musa berkata kepada bangsa Israel, "Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN. Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN. Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya, karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau.. Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya. Anak-anak yang lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN." Tidak seorangpun sanggup memenuhi seluruh hukum taurat, dan tidak satu orangpun sempurna melakukan hukum taurat. Karena itulah Kristus mati bagi kita, sebuah perjanjian yang baru. Ada tiga keteladanan yang Tuhan ajarkan kepada kita.

Hal pertama yang ingin Tuhan ajarkan adalah tidak ada yang sempurna. Kecenderungan manusia adalah memiliki rasa tidak puas dan selalu menuntut, sehingga banyak hal dilakukan untuk mengejar kepuasan dengan harus mengabaikan firman Tuhan. Alkitab berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan di dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Roma 3:23,24, Efesus 2:8). Dengan kata lain, oleh kasih Allahlah kita menjadi sempurna dan layak di hadapanNya. Hal kedua yang Tuhan ingin ajarkan adalah membalas dengan kebaikan. Berapa banyak orang melakukan kesalahan kepada kita? Mungkin kita akan berkata banyak, dari hal yang paling kecil hingga hal yang sangat merugikan kita. Tetapi pernahkah kita merenung, berapa kalikah kita berbuat salah dan bahkan mungkin kita mengulanginya. Firman Tuhan berkata, "..dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat (1Petrus 3:9-12). Dan disitulah, jikalau Kristus mau menjadi berkat untuk kita, maukah kita menjadi berkat untuk orang lain? Dan hal yang ketiga yang Yesus mau ajarkan adalah jangan batasi kasih. Mungkin kita pernah mendengar “Enak saja, kesabaranku ada batasnya.” Tetapi firman Tuhan berkata "Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka.. maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Allah baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat (Lukas 6:33,35).

Karena itu marilah kita belajar dari kehidupan Kristus. Yesus berkata, "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Matius 11:28,29).

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, terima kasih untuk kasihMu yang begitu besar kepadaku. Terima kasih untuk anugerahMu yang menghidupkan aku. Ajar aku untuk menjadi alat kemuliaanMu, biar bukan aku saja yang merasakan kasihMu tetapi orang-orang di sekelilingku boleh mengenal kasihMu, terima kasih Tuhan, dalam nama Yesus, amin.


Selasa, 19 Mei 2015

Manusia Allah yang Mulia

Link: Ulangan 22:13-30



Inilah adalah salah satu yang membedakan manusia dengan ciptaan Allah yang lainnya, manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah dan diberi kemuliaan sebagai anak-anak Allah. Karena itu, Musa berkata kepada bangsa Israel, bagaimana mereka harus hidup dan memiliki citra kemuliaan Allah. Ada empat hal bagaimana menjaga kemuliaan Tuhan di dalam persekutuan kita sebagai anak-anak Tuhan, terutama di dalam keluarga.

Hal yang pertama yang harus ada di dalam keluarga adalah seorang suami tidak boleh mencemarkan nama istrinya (merendahkan), atau bahkan mengusirnya pergi. Dikatakan, "Apabila seseorang mengambil isteri dan setelah menghampiri perempuan itu, menjadi benci kepadanya, menuduhkan kepadanya perbuatan yang kurang senonoh dan membusukkan namanya...” (ay 13-19). “…karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.” (Efesus 5:23). Hal kedua yang harus ada di dalam keluarga adalah seorang isrtri harus menghormati kekudusan pernikahan dan suami sebagai pemegang otoritas. “Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis, maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah menghukum dia...” (ay 20-24). “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, dan hormatilah dia.. (Efesus 5:22,33). Hal yang ketiga adalah hormatilah kekudusan diantara sesama kita. Seorang pria lajang dan seorang gadis harus menjaga tindakan dan etika hidupnya terhadap saudara-saudara mereka, agar kehidupan pernikahannya nanti adalah kehidupan yang diberkati. “Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia..” (ay 28-29). “Setelah Amnon berhasil memperkosa Tamar, maka timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya (2Samuel 13:15). Dalam perjanjian baru dikatakan,”Tegorlah orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” (1Timotius 5:1-2). Alkitab tidak mengatakan adanya hubungan special diantara orang-rang yang bukan suami-istri atau pranikah, dan merekan harus tetap menjaga kemurnian dan kekudusan. Dan hal keempat yang harus ada dalam sebuah keluarga adalah seorang anak hendaklah menghormati kekudusan dan orotitas orang tua mereka, janganlah memalukan atau melawan mereka. “Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya." (ay 30). Perjanjian baru mengatakan, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan… hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, yaitu supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Efesus 6:1-3).

Karena itu marilah kita hidup sebagai ciptaan Tuhan yang telah diperbaharui, sebagai anak-anakNya yang telah dimuliakan. Sehingga kita sebagai tubuhNya hidup didalam berkat dan membawa kemuliaan Kristus yang adalah kepala dan pemegang otoritas tertinggi.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, terima kasih karena Engkau telah memberikan kemuliaan kepadaku. Ajar aku untuk hidup di dalam kebenaranMu, sehingga aku tidak menyia-nyiakan pengorbananMu, tetapi biarlah aku tetap membawa kemulianMu dan terangMu tetap di dalam aku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Yesus, amin.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)