2 0 1 4 : Developing The Spiritual Capital (Psalm 90:17)

Senin, 22 September 2014

Nama Tuhan

Link: Ulangan 5:11



Jangan menyebut (menggunakan) nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan (sha^v'-shav), sebab TUHAN akan memandang BERSALAH orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan (Ulangan 5:11)

Tidak sedikit orang yang menggunakan nama Tuhan. Tetapi tidak sedikit juga orang yang menjadi salah oleh karena nama Tuhan. Apakah sebenarnya yang dimaksud “menyebut nama Tuhan”?

Menyebut nama Tuhan dengan tidak sembarangan bukan hanya berarti tidak menggunakan nama Tuhan untuk hal-hal yang tidak berguna saja(emptiness). Tetapi lebih dari itu. Dalam bahasa aslinya, menyebut atau menggunakan nama Tuhan dengan sembangan memiliki dua arti lagi. Yang pertama adalah kesombongan (vanity). Terkadang seseorang sering berbicara kepada orang lain, entah itu sekedar berbicara atau mungkin mereka sedang menasehati orang lain, tidak sadar dalam diri mereka atau ucapan mereka keluar kata-kata yang menyatakan kesombongan atau merendahkan orang yang sedang diajak bicara. Oleh karena itu jagalah dan berhati-hatilah apa yang keluar dari mulut kita, sebab apa yang ada pada kita semua adalah kasih karunia Tuhan. Arti yang kedua adalah kebohongan (falsehood). Disini bukan dilihat dari sisi kebohongannya, tetapi menggunakan nama Tuhan untuk mengelabui atau menutupi kesalahan, untuk mencari "aman". Firman Tuhan berkata, "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." (Matius 12:36,37). Karena itu pergunakanlah nama Tuhan dengan bertanggung jawab, karena di dalam nama Tuhan ada kuasa.

Sebuah doa untuk hari ini,
Tuhan yang aku panggil di dalam nama Yesus, aku bersyukur kalau di dalam namaMu ada kuasa yang memperlengkapi di dalam aku menjalani kehidupan. Aku mau agar apa yang keluar dari mulutku adalah sesuatu yang benar dan yang penuh dengan pengharapan, sehingga aku dapat menuai berkat yang Engkau sediakan dan hidupku dapat memuliakanMu. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Yesus, Amin.


Senin, 08 September 2014

Menjadi Siapa

Link: Ulangan 5:8-10



Ada sebuah camp konsentrasi yang dibangun khusus untuk mendidik seseorang. Disana mereka diisolasi dan dijauhkan dari segala hal yang mengganggu agar mereka menjadi orang yang diharapkan dalam waktu yang telah ditentukan.

"Jangan membuat bagimu patung (idol) yang MENYERUPAI apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu... tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah2Ku" (Ay 8-10)

Idol berarti pujaan (sesuatu yg dibanggakan), bentukan (carved). Tidak disadari dalam kehidupan kita terkadang kita memiliki pujaan, entah itu manusia atau benda. Dan tanpa disadari terkadang fokus kita, waktu kita, harta kita sebagian besar habis disana. Ada seseorang pernah berkata, "dimana mata kita lama berada, disitulah tuhan kita". Memang belum tentu benar. Saat seorang baru menikah, atau sepasang suami istri yang baru mengangkat anak, wajah diantara mereka akan kelihatan berbeda, tetapi kebanyakan setelah sekian lama mereka berkumpul, wajah mereka akan saling menyesuaikan (menjadi mirip) satu sama lain.

Tuhan menciptakan dan menetapkan kita serupa dengan gambarnya, tetapi ada proses untuk menuju kesana. "Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk MENJADI (to be) serupa dengan gambaran AnakNya (Rom 8:29). Marilah kita koreksi setiap bidang kehidupan kita, mungkin itu pekerjaan kita, mungkin itu hobi kita, keluarga kita, sosok/idola atau harta kekayaan kita. Karena itu, janganlah membangkitkan cemburu Allah dlm hidup kita, tetapi bangunlah kasih setia kita dengan Tuhan. Biarlah kasih Tuhan terus tercurah dalam hidup kita dan kita semakin serupa dengan Tuhan, Bapa kita.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, aku bersyukur karena Engkau menetapkan aku menjadi serupa dengan gambaranMu. Aku mau menanggalkan segala beban dan rintangan yang membuat aku tidak serupa dengan gambaranMu. Aku mau setia dalam segenap firmanMu, sehingga aku dapat memancarkan terangMu. Dalam nama Yesus, Amien.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)