2 0 1 5 :  Hope in Christ, Work Out Your Salvation  (Philippians 2:12)

Selasa, 28 Juli 2015

Bukan Solusi

Link: Ulangan 27:1-10



"Nah klo dia.., kalau ga dihajar, dia ga ngerti.."
Ada kalanya saat firman ditabur, seolah firman tersebut sulit untuk tertanam, apalagi mengharapkan benih itu dapat bertumbuh. Musa memerintahkan kepada para tua-tua Israel bagaimana mereka harus berpegang kepada perintah Tuhan. Ada empat tahapan bagaimana seseorang dapat menerima dan berpegang pada perintah Tuhan, sehingga benih itu dapat bertumbuh.

Berkatalah Musa, ”Berpeganglah pada segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini: Dan pada hari kamu menyeberangi sungai Yordan ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka haruslah engkau MENEGAKKAN batu-batu besar.." (Ay 2). Hal pertama yang kita lakukan agar firman dapat tertanam di dalam hati kita adalah tanggalkanlah beban untuk siap terima kekuatan. Seoeang yang sedang tergeletak harus berdiri dahulu sebelum ia dapat berjalan atau lari. Yesus berkata, "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan MEMBERI KELEGAAN kepadamu" (Matius 11:28). Selanjutnya dikatakan, "..maka haruslah engkau menegakkan batu-batu besar dan MENGAPURNYA." Hal kedua adalah merendahkan hati dan mengakui kesalahan. Firman Tuhan berkata, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan MENYUCIKAN kita dari segala kejahatan, ..sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (1Yohanes 1:9, Yesaya 1:18). Kemudian Musa berkata lagi, "..lalu pada batu itu haruslah KAU TULISKAN segala perkataan hukum Taurat ini, sesudah engkau menyeberang, supaya engkau masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, seperti yang DIJANJIKAN kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu (Ay 3). Langkah ketiga yang kita lakukan adalah menerima firman itu dengan iman. Yakobus mengatakan, jika kita meminta hikmat, jangnlah kita bimbang, karena siapa yang bimbang dia tidak akan menerima sesuatu dari Tuhan (Yakobus 1:5-7). Lajut Musa, "Juga haruslah KAU DIRIKAN di sana MEZBAH BAGI TUHAN, Allahmu, suatu mezbah dari batu yang tidak boleh kau olah dengan perkakas BESI.. dan di atasnya haruslah KAU PERSEMBAHKAN korban bakaran kepada TUHAN, ..juga korban keselamatan serta memakannya di sana dan bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu." (Ay 5-7). Hal terakhir agar firman itu tumbuh dalam hati kita adalah miliki hubungan yang baik dengan Tuhan setiap saat.

Oleh karena itu, biarlah Allah yang adalah sumber pengharapan, memenuhi kita semua dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kita, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kita berlimpah-limpah dalam pengharapan, dan Kristus yang adalah sumber akan menjadi bagian kita selama hidup kita (Roma15:13).

Sebuah Doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, terima kasih untuk kasih dan kesetiaanMu di dalam hidupku. Aku berdoa, biarlah firman yang Engkau tabur di dalam hatiku tidak menjadi sia-sia, tetapi beleh bertumbuh dan mengubah hidupku. Roh KudusMu yang memberikanku setiap hari kekuatan dan semangat baru untuk selalu bersekutu denganMu. Terima kasih Tuhan, dalam nama Yesus Amin.


Kamis, 23 Juli 2015

Berkenan

Link: Ulangan 26



"Ah.. yang penting ada, ga usah pusing-pusing."
Saat bangsa Israel berada di tanah Kanaan, Musa memberikan peraturan bagaimana mereka harus memberikan persembahan kepada Tuhan. Mungkin ada beberapa orang berpikir, ah tidak perlu dibuat sulit. Tetapi kita akan melihat ada empat hal yang dapat kita pelajari bagaimana kita seharusnya memberikan persembahan kepada Tuhan.

Saat itu Musa berkata kepada bangsa Israel, “Maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kaukumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi KETEMPAT YG AKAN DIPILIH TUHAN, Allahmu, untuk membuat namaNya diam di sana. (Ay 2). Hal pertama yang dapat kita pelajari adalah saat kita memberikan persembahan, apakah itu sudah sesuai dengan tujuan Tuhan, artinya dimana Tuhan tempatkan kita, disitu nama Tuhan harus dipermuliakan melalui persembahan kita. Selajutnya dikatakan, “Dan sesampainya kepada imam yang ada pada waktu itu, haruslah engkau berkata kepadanya bagaimana TUHAN MEMBUAT engkau menjadi banyak di Mesir, Tuhan melakukan perbuatan yang besar di Mesir dan menuntun engkau keluar HINGGA ENGKAU MENEMPATI TANAH KANAAN.” (Ay 3-9). Hal kedua adalah saat kita dapat memberikan persembahan, itu bukan kuat gagah kita, tetapi itu karena kemuarahan Tuhan atas hidup kita. Kemuadian dikatakan lagi, “Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dan persembahan persepuluhan dan aku berkata di hadapan TUHAN: Telah kupindahkan persembahan kudus itu dari rumahku, juga telah kuberikan kepada orang Lewi, KEPADA ORANG ASING, anak yatim dan kepada janda, tepat seperti perintah yang telah Kauberikan kepadaku. Tidak kulangkahi atau kulupakan sesuatu dari perintahMu itu (Ay 10-13). Hal ketiga yang Tuhan ingatkan adalah sesudah kita memberikan persembahan, tetaplah memperhatikan dan peduli terhadap keluarga atau sekeliling kita, seperti yang Yesus katakan, “Janganlah seorang berkata kepada bapa atau ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk memeliharamu sudah digunakan untuk korban persembahan kepada Allah” (Markus 7:11). Selanjutnya, “Pada waktu aku berkabung sesuatu tidak kumakan dari persembahan kudus itu, pada waktu aku najis sesuatu tidak kujauhkan dari padanya, juga sesuatu tidak kupersembahkan dari padanya kepada orang mati, tetapi aku mendengarkan suara TUHAN, Allahku, aku berbuat sesuai dengan segala yang Kau perintahkan kepadaku (Ay 14). Hal yang terakhir persembahan adalah sikap hati yang benar. Yesus berkata, “Jika engkau mempersembahkan persembahanmu dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu.. dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” (Matius 25:23-24).

Persembahan yang sejati adalah hidup kita, apa kita perkatakan dan kita lakukan. Karena itu marilah kita melakukan semuanya itu dengan setia, dengan segenap hati dan segenap jiwa. “Dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikanNya, untuk menjadi terpuji, ternama, terhormat dan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikanNya.” (Ay 16,18).

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, aku bbersyukur untuk kasih, kemurahan dan berkat yang Engkau berikan kepadaku. Aku berdoa, biarlah segenap hidupku boleh menjadi persembahan yang menyenangkan Engkau, sehingga namaMu dipermuliakan di dalam kehidupanku. Terima kasih Tuhan, dalam nama Yesus, amin.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)