2 0 1 4 : Developing The Spiritual Capital (Psalm 90:17)

Rabu, 26 November 2014

Aman

Link: Ulangan 6:13-25



Saat seorang anak memiliki rasa takut kepada orang tuanya, maka cende-rung hidup anak itu akan lebih aman. Karena di dalam setiap peraturan yang dibuat pasti ada kebaikan yang terdapat di dalamnya. Hal yang sama Musa katakan kepada bangsa Israel setelah mereka menerima sepuluh perintah Allah. Musa mengingatkan kepada bangsa Israel segala hal, bagaimana seharusnya umat Tuhan hidup, yaitu hidup takut akan Tuhan. Lalu apakah arti hidup takut akan Tuhan.

Beribadah adalah salah satu bentuk takut akan Tuhan, selain adalah salah satu dari sepuluh perintah Allah, perjanjian baru mengatakan, jangalah jauhkan diri kita dari pertemuan ibadah. Ibadah dalam bahasa aslinya adalah ‛âbad yang artinya melakukan pekerjaan pelayanan. Hal kedua takut akan Tuhan adalah tidak membangkitkan cemburu Tuhan, yaitu hal yang menyita apa yang seharusnya kita berikan kepada Tuhan. Yang ketiga, takut akan Tuhan adalah tidak mencobai Tuhan, yaitu dengan meragukan kesetiaan dan rancangan Tuhan atas hidup kita (Keluaran 17:1-7), yang didalamnya terdapat rasa curiga (kata mereka kepada Musa, "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum."), menganggap Tuhan diam ("Mengapakah kamu bertengkar dengan aku/Musa? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?") tidak terima akan keputusan Tuhan (Mengapa engkau/Musa memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami dg kehausan?), tidak percaya ada rencana Tuhan yang lebih baik ("Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?"). Dan takut akn Tuhan yang terakhir adalah menjaga perintahNya, yaitu memberikan kesaksian (testimoni; ‛êdâh) Tuhan atas hidup kita. Firman Tuhan berkata, saat anak cucumu bertanya, ceritakanlah: Kita dahulu adalah budak di Mesir (gambaran dosa kita), tetapi Tuhan membawa kita keluar dengan tanganNya yang kuat (gambaran penebusan kita), supaya kita dapat dibawaNya masuk ke negeri yang telah dijanjikanNya (hidup kekal). Takutlah akan Dia karena Dia menyediakan yang terbaik bagi kita, kasihilah Dia karena Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita, dan layanilah Dia sehingga banyak jiwa-jiwa diselamatkan.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa yang aku panggil dalam nama Yesus, aku bersyukur karena Engkau menjadikan aku anakMu, Engkau memberikan hidupMu sehingga aku dapat hidup dan menerima segala janji-janjiMu yang terbaik buat aku. Biarlah aku semakin mencintaiMu, dimanapun aku berada aku bisa memberitakan kasihMu buat orang-orang disekitarku. Terima kasih Yesusku. Dalam Yesus, amin.


Sabtu, 22 November 2014

Hanya satu . . .

Link: Ulangan 6:1-12



Berkatalah Musa, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa (satu)!" ...maka apabila TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke negeri yang berlimpah yang dijanjikanNya, berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Tidak jarang disaat seseorang muda, ia mengikut dan melayanai Tuhan dengan luar biasa, tetapi setelah beranjak dewasa, ia mulai sibuk dengan aktivitasnya dan kerajinannya terhadap Tuhan mulai kendor, di tengah-tengah kompleknya masalah, kegairahan mereka terhadap Tuhan mulai berkurang, yang mereka seharusnya lebih dekat kepada Tuhan. Bagaimanakah kita dapat memacu diri kita dan apa yang harus kita lakukan agar kerajinan kita dan roh kita tetap menyala-nyala untuk Tuhan?

Untuk kita dapat terus menyala-nyala di dalam Tuhan yang pertama adalah kasihilah Tuhan sebagai suatu pribadi dg segenap hati (apa yang kita pikirkan), segenap jiwa (Tuhan sebagai kesayangan), dan dengan segenap kekuatan (with abundantly power). Maka jika kita mengasihi Tuhan dengan benar yang adalah kepala, maka kita juga akan mengasihi anggota tubuh lainnya, melengkapi anggota tubuh lainnya. Hal yang kedua adalah miliki kegairahan dan tanggung jawab untuk mengajarkan berulang, membicarakannya dan dimanapun kepada anak cucu kita, bahwa Tuhanlah satu-satunya Allah, atas segala perbuatan ajaib yang telah di-lakukanNya. Supaya engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan, dan lanjut umurmu (menikmati hidup).

Paulus mengingatkan, janganlah kerajinan kita kendor, biarlah roh kita tetap menyala-nyala dan tetap melayani Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Rom 12:11-12).

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, aku bersyukur untuk Engkau telah hadir sebagai Pribadi dalam hidupku, aku mau setiap hari terus bertambah mengasihiMu, menyatakan tentang Engkau kepada orang-orang di sekitarku, keluargaku dan dimanapun aku Kau tempatkan. Biarlah RohMu Kudus memberi aku kekuatan. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus, amin.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)