2 0 1 5 :  Hope in Christ, Work Out Your Salvation  (Philippians 2:12)

Selasa, 14 April 2015

Perantara

Link: Ulangan 21:6-9



"Enak aja.. ga mau ah, itu kan bukan salahku." Kecenderungan seseorang ingin berada di zona yang aman, tidak mau ikut campur, apalagi ketika seseorang merasa dirinya tidak melakukan sesuatu dan tidak ada keterkaitan terhadap hal tersebut.

Musa berkata kepada bangsa Israel, jika di salah satu kota terdapat seseorang yg mati terbunuh tetapi tidak diketahui mengapa, maka inilah yang harus dilakukan. Dan semua tua-tua dari kota yang paling dekat dengan tempat orang yang terbunuh itu, haruslah membasuh tangannya di atas lembu muda yang batang lehernya dipatahkan di lembah itu, dan mereka harus memberi pernyataan dengan mengatakan: Tangan kami tidak mencurahkan darah ini dan mata kami tidak melihatnya. ADAKANLAH PENDAMAIAN bagi umatMu Israel yang telah Kau tebus itu, TUHAN, dan janganlah timpakan darah orang yang tidak bersalah ke tengah-tengah umatMu Israel. Maka karena darah itu telah diadakan pendamaian bagi mereka. Demikianlah engkau harus menghapuskan darah orang yang tidak bersalah itu dari tengah-tengahmu, sebab dengan demikian engkau MELAKUKAN APA YANG BENAR di mata TUHAN" (Ay 8).

Sama seperti Kristus mati buat kita, Dia menjadi pendamai antara kita dengan Allah. Lalu bagaimanakah menjadi pendamai seperti yang dikehendaki Tuhan? Hal pertama yang tersirat dari kata pendamai adalah pioneer, pelopor, perintis, orang yang pertama mulai. Firman Tuhan berkata, “Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah.. Oleh keturunanmulah SEMUA BANGSA DI BUMI AKAN MENDAPAT BERKAT, karena engkau mendengarkan firmanKu." (Kejadian 22:10-18). Hal kedua menjadi pendamai adalah sebagai korban. Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni MEMELIHARA HIDUP SUATU BANGSA YANG BESAR" (Keluaran 50:20). Hal ketiga adalah menjadi pendamai itu sendiri. “Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil anak-anaknya, dan MENGUDUSKAN MEREKA; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa (Ayub 1:5). Hal keempat, menjadi pendamai adalah menjadi bagian yang benar. “Dan umatKu yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu BERBALIK DARI JALAN-JALANNYA YANG JAHAT, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka (2Taw 7:14). Dan hal yang terakhir, pendamai berarti menjadi penanggung. "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, DAN KESENGSARAAN KITA YANG DIPIKULNYA.." itulah yang dilakukan Kristus bagi kita (Yes 53:3,4)

Karena itu, mari, sambutlah panggilanNya untuk kita menjadi berkat bagi orang lain, untuk seseorang dapat dipulihkan Tuhan melalui hidup kita, dan banyak jiwa dapat diselamatkan.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, terima kasih untuk kebenaran firmanMu, terima kasih untuk anakMu, Kristus, yang Kau berikan sebagai pendamai bagi kehidupanku. Hari ini, biarlah firmanMu boleh bertumbuh dan berbuah, sehingga hidupku dapat memuliakanMu. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus, amin.


Senin, 06 April 2015

Jika bukan aku

Link: Ulangan 21:1-5



"Waduh.., aku tidak tahu apa-apa.., jangan saya deh." Kebanyakan, orang tidak mau melakukan hal-hal yang tidak ada hubungan dengan kehidupannya. Seperti kita pernah mendengar, "Ah itu bukan usuranku.. urusanku sendiri saja sangat banyak." Dan orang menutup mata.

Musa berkata kepada bangsa Israel, "Apabila di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milikmu, terdapat seorang yang mati terbunuh di padang, dengan tidak diketahui siapa yang membunuhnya, maka haruslah para tua-tuamu dan para hakimmu keluar mengukur jarak ke kota-kota yang di sekeliling orang yang terbunuh itu. Kota yang ternyata paling dekat dengan tempat orang yang terbunuh itu, para tua-tua kota itulah harus mengambil seekor lembu betina yg muda, yang belum pernah dipakai, yang belum pernah menghela dengan kuk. Para tua-tua kota itu haruslah membawa lembu muda itu ke suatu lembah yang selalu berair dan yang belum pernah dikerjakan atau ditaburi, dan di sana di lembah itu haruslah mereka mematahkan batang leher lembu muda itu. Imam-imam bani Lewi haruslah tampil ke depan, sebab merekalah yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk melayani Dia dan untuk memberi berkat demi nama TUHAN; menurut putusan merekalah setiap perkara dan setiap hal luka-melukai harus diselesaikan" (Ay 1-5). Wow.. Ada tiga hal yang Tuhan ajarkan melalui Musa, bagaimana seharusnya anak-anak Tuhan bertanggung jawab.

Hal pertama yang Tuhan ingin ajarkan kepada kita adalah jangan menutup mata terutama untuk hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Firman Tuhan menulis "Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu" (Yeh 3:20). Menjadi terang adalah salah satu panggilan Tuhan atas hidup kita. Allah telah memberikan keteladananNya saat Dia mengirimkan AnakNya yang tunggal bagi kita. Itulah hal yang pertama. Hal yang kedua adalah bertanggung jawab untuk memberi berkat demi nama Tuhan. "Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga" (Mat 18:18). Saat kita melayani, saat kita memberkati, saat kita berdoa, biarlah hanya kita dan Tuhan yang tahu, dan Bapa kita di sorga yang akan membalasnya. Hal yang ketiga adalah bertanggung jawab dalam mengambil pilihan/sikap. "..menurut putusan merekalah setiap perkara dan setiap hal luka-melukai harus diselesaikan". Perjanjian baru mengatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa" (Yak 4:17). Itulah tiga hal yang Tuhan mau kita dapat bertumbuh di dalam kedewasaan dan tanggung jawab kita terhadap Dia.

Oleh karena itu, marilah kita melakukan yang baik, nyatakanlah kebenaran, dan biarlah kasih kita nyata, sehingga banyak orang dapat dipulihkan melalui kita dan nama Tuhan dipermuliakan.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, terima kasih untuk kasih dan pemeliharaanMu atas seluruh kehidupanku, terima kasih untuk PutraMu yang tunggal Yesus yang Kau berikan bagiku. Saat ini, ajar aku untuk hidup setia dalam firmanMu, ajar aku untuk hidup semakin dekat denganMu, sehingga aku dapat menjadi terang dan banyak orang boleh memuliakanMu. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus, amin.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)