2 0 1 4 : Developing The Spiritual Capital (Psalm 90:17)

Rabu, 17 Desember 2014

Tujuan

Link: Ulangan 9:1-10



Saat seseorang menerima Tuhan sebagai juruselamat di dalam hidupnya, orang tersebut menerima anugerah dari Tuhan. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang menjadi sombong setelah ia menerima anugerah dari Tuhan. Para leluhur bangsa Israel telah mati dan kerena kesalahannya mereka tidak masuk ke dalam tanah perjanjian, keturunan merekalah yang masuk ke dalam tanah perjanjian. Maka berkatalah Musa kepada bangsa Israel, "Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi sungai Yordan pada HARI INI untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-bangsa yang LEBIH BESAR DAN LEBIH KUAT dari padamu, yakni kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit. Apabila TUHAN telah mengusir mereka dari hadapanmu, janganlah engkau berkata DALAM HATIMU: "Karena jasa-jasakulah TUHAN membawa aku masuk menduduki negeri ini". Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, karena sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah TUHAN menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub." (Ay 1,4-6). Ada empat hal mengapa Tuhan memberikan anugerah di dalam hidup kita.

Hal yang pertama adalah jika tanpa Tuhan, kita bukanlah siapa-siapa, itu terbukti saat Tuhan memberikan bangsa yang lebih kuat kepada bangsa Israel, dan itu semua ialah karena kuat kuasa Tuhan atas Israel, atas hidup kita (lihat Yohanes 15:5). Hal kedua yang Tuhan ingin ingatkan kepada kita adalah agar hidup kita tidak merendahkan orang lain. Firman Tuhan berkata, "Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu" (Ams 24:17,18). Karena Tuhan tidak pernah membenarkan orang yang menganggap dirinya benar (Lukas 18:9-14). Hal ketiga mengapa Tuhan memberikan anugerah kepada kita adalah agar tidak mengulang kesalahan kita. Firman Tuhan mencatat, "Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu" (2Petrus 2:20-22). Orang tersebut harus meminta pengampunan dari Tuhan, dan ia akan tetap menuai buah dari kesalahannya. Dan hal yang terakhir adalah dengan anugerah Tuhan mau kita tetap mengandalkan Dia. “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang percaya kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi ti-dak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. (Yesaya 31:1,3). Karena itu, apa yang ada pada kita, apa yang dapat kita lakukan itu semua karena kasih karunia Tuhan. Marilah hidup dengan rasa syukur, dan bagikanlah kasih Tuhan yang ada pada kita, agar orang lain dapat mengenal kasih Kristus.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, terima kasih untuk semua anugerah, segala talenta yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku tahu, bahwa di luar Engkau, aku tidak dapat memuliakanMu. Ajar aku untuk tetap tinggal di dalamMu dan selalu rendah hati, sehingga aku dapat memancarkan terang dan kasihMu bagi orang-orang disekitarku. Di dalam nama Yesus, amin.


Kamis, 11 Desember 2014

Bapa yang Baik

Link: Ulangan 8



Musa berkata dihadapan bangsa Israel, “Ingatlah kepada SELURUH PERJALANAN yang kaulakukan ATAS KEHENDAK TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama 40th ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintahNya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tdk dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa MANUSIA HIDUP BUKAN DARI ROTI SAJA, tetapi manusia hidup dari segala yang DIUCAPKAN TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama 40th ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau SEPERTI SESEORANG MENGAJARI ANAKNYA. Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan dengan takut akan Dia” (Ay 2-6)

Bangsa Israel adalah yang sulung diantara semua bangsa, Yesus adalah yang sulung diantara semua anak-anakNya yaitu kita, percobaan yang sama juga dialami oleh Yesus saat berpuasa selama 40 hari. Yang semua itu dilakukan Bapa untuk mendidik anak-anakNya yang dikasihiNya.

“Dan apabila TUHAN memberkati engkau sehingga apa yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu. Janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini, sebab Dialah yang memberi kekuatan dengan maksud meneguhkan perjanjian kepada nenek moyangmu” (Ay 13,14,17,18). Oleh karena itu, apapun yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam hidup kita, jalanilah itu di dalam iman. Seperti yang firman Tuhan katakan, “Kita tahu sekarang bahwa keturunan Abraham seperti bintang di langit dan pasir di laut, meskipun di dalam hidupnya, Abraham tidak melihat janji yang dia imani itu. Dan yang Daniel katakan, "Tetapi seandainya Allah yang kami sembah tidak melepaskan kami dari perapian itu, ketahuilah bahwa kami tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan" (Ibr 11:13, Daniel 3:17,18).

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, aku bersyukur karena aku memiliki Bapa yang setia dan berkuasa atas semesta. Ajar aku percaya untuk segala yang Kau ijinkan terjadi itu mendatangkan kebaikan bagiku. Aku tahu bahwa aku tetap teguh di dalam segenap firmanMu maka segala berkat dan damai sejahtera yang telah Engkau sediakan akan menjadi bagianku. Dalam nama Yesus, amin.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)