2 0 1 5 :  Hope in Christ, Work Out Your Salvation  (Philippians 2:12)

Kamis, 02 Juli 2015

Tau ga ya..?

Link: Ulangan 24:8-22



"Stttt... kenapa takut. Tenang.. ga bakal ketahuan ini." Saat itu Tuhan memberikan peraturan kepada bangsa Israel tentang otoritas dan hak. Hal itu bukan untuk mempersulit, tetapi karena Tuhan sayang, yaitu agar bangsa Israel dapat hidup di dalam berkat, di dalam ketertiban, menghormati Allah sebagai otoritas tertinggi, dan mereka tidak hidup liar seperti bangsa yang tidak mengenal Allah. Ada tiga hal yang Tuhan ajarkan kepada bangsa Israel yang dapat menjadi teladan bagi kita.

“Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia. Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir (Ay 8,9). Miryam, saudara Harun dan Musa, terkena kusta karena mencoba MELANGGAR OTORITAS yang Tuhan percayakan kepada Musa (Bilangan 12:1-10). Hal pertama yang Tuhan ajarkan adalah jangan melanggar otoritas. Saat kita berada dalam sebuah keluarga maka otoritas yang tertinggi adalah Tuhan, kemudian suami, istri, dan anak. Sedang di dalam gereja, yang pertama adalah Tuhan, kemudian gembala, pemimpin rohani (PKS), dan jemaat. Setiap bagian bertanggung jawab kepada otoritas yang diatasnya, dan setiap bagian tidak berhak menghakimi otoritas yang diatasnya. Jika ada bagian yang salah, dia berurusan dengan otoritas yang diatasnya, tetapi otoritas dibawahnya memiliki kewenangan untuk berdoa bagi mereka (Ibrani 13:17).

“Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk MENGAMBIL GADAI dari padanya. Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu. ..haruslah engkau MEMBAYAR upahnya sebelum matahari terbenam. Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya (ay 10-16). Hal kedua yang Tuhan ingin ajarkan adalah janganlah melanggar dan menahan hak/ kebebasan seseorang. Dalam perjanjian baru dikatakan, “Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.” (Lukas 6:30).

“Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda; supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu. Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda (Ay 19,20). Hal ketiga yang ingin Tuhan ajarkan adalah janganlah menahan berkat. Saat Yesus mengajarkan tentang mengasihi musuh kita, Yesus berkata, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6:36).

Saul adalah orang yang gagal, Daud dan Ester adalah contoh orang yang berhasil menghormati otoritas. Firman Tuhan berkata, "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia (2Taw 16:9), Oleh karena itu, marilah kita berlomba untuk meraih apa yang Tuhan sudah sediakan dan kita hidup semakin serupa dengan gambaranNya.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, aku bersyukur untuk kasihMu yang besar bagiku. Aku berdoa, biarlah aku dapat hidup di dalam kebenaranMu, menghormatiMu dan otoritas yang telah Engkau tetapkan. Karena hanya dengan hidup di dalam kebenaranMu aku dapat memuliakanMu dan memperoleh berkat-berkat yang telah Engkau sediakan bagiku. Terima kasih Tuhan, dalam nama Yesus, amin.


Senin, 22 Juni 2015

Sisi Lain Dari Kasih

Link: Ulangan 24:1-7



"Tidak bisa.. bukan aku yang salah, aku yang benar." Mungkin tidak banyak orang menyadari, saat seseorang berkata “kasih” sebenarnya dia telah keluar dari kontek benar atau salah. Hal itulah yang firman Tuhan ajarkan kepada kita. Saat itu Musa yang adalah perantara antara Tuhan dan bangsa Israel, Tuhan memberikan peraturan kepada bangsa Israel yang di dalamnya sebenarnya tersirat tentang apa itu kasih. Ada empat hal yang perjanjian lama katakan tentang kasih, mari kita melihatnya.

Apabila seseorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ia menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang TIDAK SENONOH padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain, dan jika laki-laki yang kedua ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kedua itu mati, maka suaminya yang pertama tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya.. sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN (Ay 1-4). ...kasih itu menutupi banyak sekali dosa/ pelanggaran. (1Petrus 4:8).

Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan MENYUKAKAN HATI perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya (Ay 5) ...kasih itu memiliki waktu berkualiatas dan peduli. (1Timotius 5:8).

Janganlah mengambil kilangan atau batu kilangan atas (penggiling biji-bijian) sebagai gadai, karena yang demikian itu mengambil HIDUP orang sebagai gadai (Ay 6) ...kasih itu membawa kehidupan. Seperti Kristus menyatakan kasihNya kepada kita agar kita memperoleh hidup. (Yohanes 3:16)

Apabila seseorang kedapatan sedang menculik salah seorang saudaranya, dari antara orang Israel, lalu MEMPERLAKUKAN dia sebagai budak dan MENJUAL dia, maka haruslah penculik itu mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu (Ay 7) ...kasih itu memperlakukan dengan penuh kemurnian. (1Timotius 5:2)

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (1Korintus 13:1). Itulah puncak pelayanan Kristus, membuktikan kasihNya diatas kayu sailib. Seperti Allah telah mengasihi kita dengan kasih yang kekal, marilah kita membagikan kasih itu kepada sesama manusia.

Sebuah doa untuk hari ini,
Bapa surgawi, aku bersyukur untuk kasihMu yang kekal dalam kehidupanku, terima kasih untuk kebenaranMu. Biarlah aku selalu hidup dalam kasih dan kebenaranMu, agar aku dapat membaikan kasih yang telah Engkau curahkan dalam hidupku. Terima kasih Tuhan, dalam nama Yesus, amin.


Artikel | LAINNYA
Circle of Love (movie)Pita KuningTuluskah Anda?


Untuk Ponsel



 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
(1Tesalonika 5:18)